Senin, 02 Januari 2017

menanti krik krik



Story Before Desember of thirty

Lembar berikutnya telah siap
Menangkapku dengan goresan yang terusap
Memulai cerita baru
Dalam catatan biru
Dengan sedikit warna yang kau mau
Berhias ukiran lembut merah jambu
Bagai bingkaiku dalam pesonamu
Dalam dada ini samar terdengar berderap
Ketika kau ucap suatu yang belum kuharap
Berdesir bak ombak lautan
Saat maksud hati tlah terpautkan
Sedikit kesempurnaan
Dalam waktu yang tepat
Walau memang terasa begitu cepat
Namun, mengapa masih ada ‘tapi’
Sebagai penghantar menuju memori
Sempurna bukan karena ‘tapi’
Sempurna karena alasan tak bertepi
Gelisah dengan bayangan rasa takut
Jika kelak harus berakhir
Dan luka karnaku di dadamu itu 
tak sanggup lagi kubalut
Dengan kasihku yang mungkin saat itu 
Tak lagi bisa mengalir
Penantianmu akan cerita baru
Semoga tercipta seperti anganmu
Namun maafkan aku
Jika esok tak mamapu dampingimu
Bukan karena tak mau
Tapi mungkin karna tak mampu
Aku tak mau suatu yang palsu
Aku tak ingin menggores luka hatimu
Keadaan kita saat ini
Bisa jadi hanya karna terbawa emosi
Kegersangan yang kini terisi
Perhatian yang muncul tanpa henti
Aku mohon jangan terlalu dalam
Aku tak mau kau tenggelam
Meskipun nyatanya tak bisa lagi terelakkan
Bila kita kini telah sama merasakan
Tapi sekali lagi...
Buatlah perisai untuk membentengi hati
Dalam menikmati rasa ini
Sempat tersirat tanya dari ‘rika’
Bahwa ini hanya sementara?
Dengan tanya itu sejujurnya aku mulai goyah
Sepertinya bukan hanya daku yang rasa
Tapi kau jelas lebih tau jelasnya
Goresan: 24 Des 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar