Aku kira “Arif” adalah
Sebuah kebijasanaan atau semacamnya.....
Namun kini, yang ada dalam bayangku adalah
Sebuah penghianatan,
Pemaksaan,
atau bahkan perampasan
Entahlah....
Biarkan aku saja yang mengerti
mengapa kuanggap seperti itu
Dalih memperjuangkan?
FYUH...!!!
Rasanya begitu ambigu
Risih mendengarmu mengatakanya
Dengan tanpa rasa bersalah
Bukan itu...
Bukan itu yang disebut “bijaksana”
Bukan rasa sakit yang pernah kita rencanakan
Bukan kehilangan yang ingin aku rasa
Bukan sebuah penghianatan yang ingin kudapat
Bukan orang lain yang ingin ku lihat
Di sampingmu
Di tempat yang pernah kita impikan
Di dalam hidupmu.
Periiiih........Hilang.........Sembuh
Hingga akhirnya....
Lebih periih....Lebih sakiit.....Lebih benciii
Namun sialnya,,,harus lebih ikhlas
Aku sama sekali tak ingin mendapatkan kembali
Sebuah “kearifan” yang telah direbut orang
Namun, aku hanya ingiiin....
Agar harapku tentang sebuah “kearifan”
Dapat terbalaskan...