Kamis, 17 November 2016

BUKANKAH?????????



Aku kira “Arif” adalah
Sebuah kebijasanaan atau semacamnya.....
Namun kini, yang ada dalam bayangku adalah
Sebuah penghianatan,
Pemaksaan,
atau bahkan perampasan
Entahlah....
Biarkan aku saja yang mengerti
mengapa kuanggap seperti itu
Dalih memperjuangkan?
FYUH...!!!
Rasanya begitu ambigu
Risih mendengarmu mengatakanya
Dengan tanpa rasa bersalah
Bukan itu...
Bukan itu yang disebut “bijaksana”
Bukan rasa sakit yang pernah kita rencanakan
Bukan kehilangan yang ingin aku rasa
Bukan sebuah penghianatan yang ingin kudapat
Bukan orang lain yang ingin ku lihat
Di sampingmu
Di tempat yang pernah kita impikan
Di dalam hidupmu.
Periiiih........Hilang.........Sembuh
Hingga akhirnya....
Lebih periih....Lebih sakiit.....Lebih benciii
Namun sialnya,,,harus lebih ikhlas
Aku sama sekali tak ingin mendapatkan kembali
Sebuah “kearifan” yang telah direbut orang
Namun, aku hanya ingiiin....
Agar harapku tentang sebuah “kearifan”
Dapat terbalaskan...

Senin, 24 Oktober 2016

FORGOT

bagaimana kabarmu?
sudah dewasakah engkau?
aku sudah lupa seperi apa masa kecilmu
aku sudah lupa kata-katamu kala itu
aku sudah lupa janjimu saat bersamaku
bahkan sekarang,,,
aku pun lupa seperti apa rupamu

taukah engkau?
bagaimana kabarku saat ini?
apakah aku sudah dewasa?
apakah aku sudah mengerti semuanya?
apakah aku masih mengenalmu?

lupakan semuanya
lupakan masa masa dimana kita kecil dulu
lupakan bahwa aku mengenalmu
lupakan bahwa kau pernah mengenalku

namun satu yang akau minta
jangan pernah lupakan namaku
jangan luputkan namaku disetiap doamu
walau kini semua telah jauh dari yang kita mau
walau kini kau entah bersama siapa di sana

buat kamu yang aku tak tau siapa kamu

Rabu, 25 Mei 2016

Durja-Ku

Surat sederhana dari insan berdurja
tergores dengan tinta ari mata
terlipat dengan tempaan duka
terbaca dengan sayatan luka

Membendung ribuan emosi sejak sedia kala
Menutupi kebencian dalam realita
Apa kiranya harus selalu tersembunyi
Berkhianat pada kesendirian diri
Apa harus kuluapkan segala yang ada
Kuluapkan setiap titik api dalam dada
Agar kau sungguh mengerti yang sesungguhnya
Namun, aku tak berdaya
Selalu ku adukan pada yang Kuasa
Kulelehkan air di ujung pelupuk mata
Agar sedikit merasa lega

Namun sekali lagi
Aku tetap berdurja
Hanya mengemis ridlo Ta'ala
Menanggung setiap coba yang menerpa

Adakah aku selalu mencetak dosa?
Hingga begitu banyak kesakitan yang kurasa
 Kuharap bukan itu jawabnya
Namun menyertaiku semua kasih-Nya

Kamis, 28 April 2016

Bukan Sebuah ke-Semu-an

Sebuah kesemuan
bukanlah sebuah khayalan
menurutku itu adalah sebuah kenyataan
tak dapat kupungkiri
bila sepenggal rasa ini
amat nyata kumiliki
walau pulau ini harus kulangkahi
tetap akan kujalani
agar dpat temukan indahnya sebuah mahligai

andai kau pahami
betapa sakitnya aku di sini
dengan semua yang telah terjadi
aku,,hanya diam dalam menanti
kini ada berjuta hal yang harus kuperbaiki

sebuah akar kuat yang kupegang 
Bersabar,,,wahai jiwa yang gersang
dua bulan yang akan kembali nanti
aku akan menghadirkan diri
membawa cerita lama yang tetap berdentang
dalam hati yang kian lama kian meradang

Rabu, 27 April 2016

Aku, Kamu, Diantara Hujan

Bukan hujan yang membawa kenangan
Namun, cerita tentang hujan
yang membawa kita menyusuri setiap ruang dalam kenangan

Hujan bukanlah kekalahan
Bukan pula sebuah kenangan
Namun hujan tetaplah hujan
Fenomena anugerah dari sang Tuhan
diantara aku dan kamu tentang hujan
esungguhnya ada setitik pun kesalahan
bukan salahku jika aku gelisah saat hujan
bukan salahmu pula jika kau mengharap akan hadirnya hujan

Hujan  membawa perbedaan nyata
diantara aku dan kamu saat ia tiba
ada sebuah bayang semu di sana
di antara titik-titik hujan yang selalu berbeda

mungkin suatu saat nanti
aku dan kamu akan menanti
dimana diantara perbedaan ini
ada sebuah tujuan pasti
keindahan yang menanti
akan hadirnya pelangi
walau jelas melalui perbedaan yang pasti

Jumat, 22 April 2016

Perampas Masa Lalu


Apa yang aku perbuat kemarin, lusa, bahkan semester lalu
Mungkin hanya sbuah perjalanan semu
Tiada setitik kepastian dalam langkahku
hanya terbias bagai cahaya yang palsu

hingga kini, aku mungkin telah jadi pecandu
menggantungkan khayalan layaknya benalu
sudahkah aku tak punya malu?
nampak mereka, akulah perampas masa lalu
renungkan kembali wahai sahabatku
jika hanya itu yang kau tahu

bangkai tersembunyi, pasti akan berbau
namun bunga tersembunyi, hanya akan menjadi layu
kini aku harusnya tahu
mereka anggapku bangkai yang telah berbau
tapi,,adakah mereka menyibak sebuah kelambu
dibaliknya, adalah aku
bunga yang esok akan segera layu
yang sudah tak mampu
menahan panasnya masa lalumu

Selasa, 19 April 2016

Kini

kini,,
tiba saatnya aku merenungi
setitik dari bagian hidup yang kujalani
tanpa sinaran mentari
yang kemarin setia menemani

kini,,
saatnya aku belajar kembali
Kesabaran yang harusnya kuasai diri
Ketabahan yang harusnya kuatkan diri
dan Keikhlasan yang harusnya kini kudpati

kini,,
aku telah mengeti
pengalaman hdup yang kau ajari
ketidak pastian yang menyakiti
pengorbanan yang harus kualami

kini,,
aku terlambat tuk perbaiki
kesalahan yang telah kutapaki
keegoisan yang telah kuberi
untuk mentari yang kemarin mengiringi
kegersangan yang kualami

Rabu, 13 April 2016

Inikah sebuah hasil?

langkah demi langkah
yang membawa kita
pada sebuah titik
dimana kita saling mengigkari
saling tak mempercayai
bahkan kau seolah menjatuhkanku
bukankah kita berjalan beriringan kemarin
bukankah kita saling membalas seulas senyuman
terhapus sudahkah kenyataan ini 
atau hanya kau yang sengaja membuat skenario baru
atau memang inilah skenario yang dulu kita sepakati

aku mungkin telah jatuh terlalu dalam
aku mungkin terlalu bodoh untuk memahami
atau mungin kamu
kamu tak se-peka yang aku harap
sudahlah
jadi diri kita masing-masing 
mungkin di alammu sana kau akan bahagia

 

Sulit

goresan vianida

Dunia baru yang mulai kujejaki
Bawaku dalam keterasingan
Aku tak mengerti
Aku tak bisa pahami
Mungkin pula
Aku benar-benar tak pantas bersanding denganmu
Ikuti setiap alur sandiwara yang kau buat
Maafkan aku,, yang terlalu merasa sulit bahkan menyulitkan

Keteduhan sayup mata itu
Telah mengajariku tentang sebuah ketidakpastian
Terlalu sulit untukku
menyelam diantara gelapnya lautan
Kasih sayang tak cukup memberi setitik kepercayaan

Sekali lagi, maafkan aku
Oh, di ri ku yang telah kupaksa merasa sulit
juga dirimu yang mungkin tak sedikitpun merasa sulit

Khayalan Nyataku


gubahan: vianida
teruntuk: bayang semu


Hitam pekat kilau mata itu
pancarkan misteri tentangmu
ada berjuta pintu yang tertutup
jebak daku yang buta akan cerita
agar daku cari tahu misterimu
benturan pandang kala itu
sama kuat jelajahi kalbu
sama melangkah dalam ragu
sama karam dalam khayal
tapi,, mungkin hanya aku
yang begitu tak mengerti
alur permainanmu
semua ini semu bagiku
apakah ucapanmu menjadi,,
setitik cahaya terang
dalam sesatku dalam kegelapanmu
atau mungkin memang benar
engkau hanya khayalan nyataku,,,


Introducing my blog


kuncup yang baru keluar dari kelopaknya,,, salam dari seorang yang baru mulai dalam dunia tulis-menulis,,, dalam blog pribadi ini mungkin akan ada curahan rasa dari insan yang sedang dalam prosesnya.... selamat menikmati, semoga dapat mengispirasi dn bermanfaat :)