Rabu, 25 Mei 2016

Durja-Ku

Surat sederhana dari insan berdurja
tergores dengan tinta ari mata
terlipat dengan tempaan duka
terbaca dengan sayatan luka

Membendung ribuan emosi sejak sedia kala
Menutupi kebencian dalam realita
Apa kiranya harus selalu tersembunyi
Berkhianat pada kesendirian diri
Apa harus kuluapkan segala yang ada
Kuluapkan setiap titik api dalam dada
Agar kau sungguh mengerti yang sesungguhnya
Namun, aku tak berdaya
Selalu ku adukan pada yang Kuasa
Kulelehkan air di ujung pelupuk mata
Agar sedikit merasa lega

Namun sekali lagi
Aku tetap berdurja
Hanya mengemis ridlo Ta'ala
Menanggung setiap coba yang menerpa

Adakah aku selalu mencetak dosa?
Hingga begitu banyak kesakitan yang kurasa
 Kuharap bukan itu jawabnya
Namun menyertaiku semua kasih-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar